Yakuza, suatu organisasi kriminal Jepang yang dipimpin oleh daimyo (lord) yang berwenang dalam membunuh dan memberikan tuntutan. Namun, film-film Yakuza tidak hanya menampilkan kejahatan dan kekerasan, tetapi juga gaya hidup yang dipuja di balik dunia tersebut.
Gaya Hidup Konfusional
Di balik kesan bahwa Yakuza adalah organisasi kriminal, sebenarnya mereka memiliki kode etik yang ketat dan disiplin. Mereka percaya pada filosofi konfusianisme yang menekankan pentingnya kejujuran, kesetiaan, dan kebaikan.
Contoh dari gaya hidup ini dapat dilihat dalam film “Battle Royale”, di mana sekelompok siswa harus bertarung satu sama lain untuk hidup. Di balik permainan itu, ada pesan tentang pentingnya kesetiaan dan kejujuran.
Respek Terhadap Orang tua
Semua anggota Yakuza diharuskan memiliki orang tuanya yang telah meninggal. Ini adalah simbol dari kesetiaan dan hormat mereka terhadap keluarga dan tradisi.
Di balik ini, ada juga pesan tentang pentingnya menghormati orang tua dan generasi yang berikutnya. Mereka dianggap sebagai simbol kekuatan dan sabar.
Nyanyian dan Musik
Yakuza juga memiliki tradisi nyanyi dan musik yang sangat penting dalam gaya hidup mereka. Mereka percaya bahwa nyanyi dapat membawa keseimbangan antara pikiran dan hati.
Contoh dari hal ini dapat dilihat di film “Like a Dragon”, di mana seorang karakter harus belajar menarik piano untuk menjadi anggota Yakuza. Musiknya dianggap sebagai bagian dari kode etik mereka.
Kode Etik yang Ketat
- Kejujuran dan kesetiaan adalah prinsip dasar.
- Hormat terhadap orang tua dan tradisi.
- Nyanyi dan musik dapat membawa keseimbangan antara pikiran dan hati.
Di balik kesan bahwa Yakuza adalah organisasi kriminal, sebenarnya mereka memiliki kode etik yang ketat dan disiplin. Mereka percaya pada filosofi konfusianisme yang menekankan pentingnya kejujuran, kesetiaan, dan kebaikan.