Mitos dan Fakta Yakuza yang Sering Diabaikan dalam Film

Mitos dan legenda tentang Yakuza telah menjadi bagian dari budaya Jepang selama berabad-abad. Namun, ada banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat umum tentang organisasi ini. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa mitos dan fakta Yakuza yang sering diabaikan dalam film.

Mitos tentang Yakuza

Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa Yakuza hanya terdiri dari orang-orang yang brutal dan tidak memiliki kelemahan apa pun. Namun, hal ini sangat jauh dari kebenaran. Yakuza sebenarnya memiliki aturan-aturan dan kode etika yang harus diikuti oleh anggotanya.

Contoh dari kode etika ini adalah “omaya yabu,” yang berarti “jangan pernah berbohong” kepada rekan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa Yakuza tidak hanya terdiri dari orang-orang yang korup dan tidak memiliki nilai-nilai.

Fakta-fakta yang sering diabaikan

  • Yakuza sebenarnya adalah organisasi sosial yang telah beroperasi selama lebih dari 150 tahun. Mereka didirikan pada abad ke-17 sebagai kelompok mafia yang dilarang.
  • Salah satu contoh dari budaya Yakuza adalah “Irezumi,” sebuah teknik tinta yang digunakan untuk membuat gambar-gambar indah dan kompleks di kulit. Teknologi ini sangat penting dalam budaya Jepang dan digunakan oleh Yakuza sebagai simbol kekuatan dan kemakmuran.
  • Yakuza juga memiliki program sosial yang mendukung anggotanya dan komunitas sekitar. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti pernikahan, ulang tahun, dan pembersihan pantai.

Artikel ini menunjukkan bahwa Yakuza bukanlah sekedar film-film Hollywood yang menampilkan mereka sebagai karakter buruk. Mereka memiliki budaya dan sejarah yang kompleks dan menarik untuk dipelajari.

Perbandingan dengan kejahatan di dunia nyata

Mitos tentang Yakuza sering kali dibandingkan dengan kejahatan lainnya di dunia nyata. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara dua hal ini.

Yakuza adalah organisasi sosial yang memiliki aturan-aturan dan kode etika yang harus diikuti oleh anggotanya. Mereka tidak seperti kelompok-kelompok kejahatan lainnya yang lebih kasar dan tidak memiliki kode etika apa pun.

Contoh dari perbedaan ini adalah antara kelompok-kelompok mafia modern yang terdiri dari orang-orang yang kasar dan tidak memiliki nilai-nilai. Mereka hanya terinteres dengan pendapatan mereka sendiri dan tidak peduli tentang dampak yang dialami oleh masyarakat.

Penutup

Artikel ini membahas beberapa mitos dan fakta Yakuza yang sering diabaikan dalam film. Dengan memahami budaya dan sejarah Yakuza, kita dapat membedakan antara kebenaran dan mitos tentang organisasi ini.

Misalnya, ketika melihat sebuah film yang menampilkan Yakuza sebagai karakter buruk, ingatlah bahwa mereka memiliki aturan-aturan dan kode etika yang harus diikuti oleh anggotanya. Mereka bukanlah sekedar karakter buruk dalam film-film.

Dengan memahami budaya dan sejarah Yakuza, kita dapat mendapatkan gambaran yang lebih kompleks tentang organisasi ini. Dan, mungkin, kita akan menemukan bahwa mereka tidak hanya sekedar mitos atau legenda yang diabaikan dalam film-film.

More From Author

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *